Waktu itu aku masih duduk di kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah. Aku memiliki seorang teman yang sangat dekat, sampai banyak yang bilang kami kakak beradik yang sempurna. Namanya Fahrur. Aku memanggilnya dengan sebutan mas fahrur. Kami sekelas, kami sering belajar bersama, meskipun dia yang sering menyontek PR ku hihi. Dia adalah sosok yang dewasa, aku sering menganggapnya sebagai pelindungku, bagaimana tidak. Jika dikelas aku diledek atau digodain sama teman sekelasku, dialah pahlawanku. Ah masa itu, masa yang amat indah. Senyum yang tanpa dibuat-buat. Tawa yang renyah karena hal yang konyol. Indah ketika mengingatnya. Kami selalu pulang bersama, jika uang sakuku lebih dia tidak sungkan-sungkan meminta untuk beli es lilin.
Suatu ketika saat musim hujan, kami pulang bersama membawa raport Mid Semester. Aku bahagia sekali, tidak sabar ingin cepat pulang, karena saat itu nilaiku paling bagus dikelas. Sepanjang jalan kami bercerita banyak hal, membicarakan waktu kami ujian, waktu ada soal yang sulit, waktu ada guru kami yang galak. Kami tertawa bersama, benar-benar menyenangkan. Sepedaku memang lebih kecil dari sepedanya. kami sering balapan. Sampai tiba di jalan depan makam desaku. Mas Fahrur menunjukkan padaku ada seekor burung hantu. Aku penasaran, ingin tahu burung hantu itu seperti apa kalau dilihat secara langsung.
"lin, ikoloh ono burung hantu guede, noleho" Kata mas Fahrur
"Ndi mas? Aku pingin eruh" Kataku
"Noleho talah", jawabnya.
dan akupun menoleh, tanpa aku ketahui didepanku ada genangan air yang lumayan dalam, Saat aku menoleh sepedaku terjerembab kedalam lubang tersebut. Seragamku basah, kotor terkena genangan air. Sedangkan mas Fahrur yang tahu keadaanku, malah tertawa terbahak-bahak. aku sangat kesal waktu itu.
"Mas, kok gak ditulungi seh aku" Kataku
"Mandiri lin, ngadek dewe" Katanya
Aku merengek, tapi terlihat diwajahnya dia tidak tega, diulurkanlah tangannya, dengan wajah yang bahagia, kuraih tangannya Dan kami tertawa. Sungguhlah tak ada tawa seindah hari itu. Diboncenglah aku sampai rumah. Termakasih mas Fahrur
Sedikit goresan kecil untuk masa depanku yang besar "Huge"