Rabu, 18 Desember 2013

Aku, duniaku dan kebodohanku

Entah bisikan darimana, seketika tak ada angin yang mau menyapaku
Bukan hanya angin tapi  liukan daunpun tak memihakku
Aku, duniaku dan kebodohanku yang pilu
Semenjak bahasa verbal yang bungkam dari segenap tayangan euforia
Semenjak bahasa verbal yang hina nan panas di kubangan gendang
Semenjak itulah kebodohanku makin terlihat
Aku menyesal seharusnya, tapi manusiawi bukan!!!
Aku hanya sebutir kopi yang memang hitam
Aku hanya sebutir pasir yang penuh dengan ombak diseberang lautan
Yah aku adalah aku, aku adalah duniaku, aku penuh dengan kebodohanku
Tuhanku yang mempunyaiku, dan aku merasa aku punya Tuhan dalam setiap langkahku
Dan Tuhankulah yang akan merangkulku, menuntunku dan menunjukkanku inilah kebodohanku :'(

Senin, 16 Desember 2013

Gadis itu!!!

Keterpaksaan membawa jalannya menjadi berbeda, kala itu sosok gadis berkrudung hijau ala persia berdiri mematung menunggu sebuah jawaban. Tanpa disadari seorang berbaju orange ala kantor pos memberikan sepucuk surat. Gadis yang sedari tadi mematung segera menyambar titipan yang harus ia baca, "Tuhan,,, semoga hari ini adalah takdir terindahMU" gumam sang gadis.

    Setibanya di kamar ia mulai berpikir entah doanya terjawab oleh sang pemilik 'arsy ataukah masih belum terjawab sepenuhnya, ratapan penuh harap saat amplop itu mulai terbuka. Tangannya bergetar, matanya nanar menatap kosong kearah langit-langit kamarnya. "Tuhan mengapa kau ambil orang tercintaku?" batinnya. Semua terasa hampa. Dia yang dulu berjuang demi seorang yang penuh wibawa, demi seorang yang penuh tangguh mempertahankannya untuk tetap menempuh masa depannya, demi seseorang yang menyemangatinya dengan penuh doa dan harapan. PUPUS adalah kalimat terkhir yang ia rasa. Dia mulai beranggapan untuk apa ia berjuang jika sosok itu telah hilang, untuk apa ia meneruskan asa nya jika tak ada seseorang yang dahulu penuh dukungan untuknya. Bagaimakah nasib sang gadis berkrudung hijau di persimpangan jalan itu!!! Hal apakah yang harus ia lakukan!!! (bersambung)