Entah bisikan darimana, seketika tak ada angin yang mau menyapaku
Bukan hanya angin tapi liukan daunpun tak memihakku
Aku, duniaku dan kebodohanku yang pilu
Semenjak bahasa verbal yang bungkam dari segenap tayangan euforia
Semenjak bahasa verbal yang hina nan panas di kubangan gendang
Semenjak itulah kebodohanku makin terlihat
Aku menyesal seharusnya, tapi manusiawi bukan!!!
Aku hanya sebutir kopi yang memang hitam
Aku hanya sebutir kopi yang memang hitam
Aku hanya sebutir pasir yang penuh dengan ombak diseberang lautan
Yah aku adalah aku, aku adalah duniaku, aku penuh dengan kebodohanku
Tuhanku yang mempunyaiku, dan aku merasa aku punya Tuhan dalam setiap langkahku
Dan Tuhankulah yang akan merangkulku, menuntunku dan menunjukkanku inilah kebodohanku :'(
Tidak ada komentar :
Posting Komentar