Aku hanya menghargai jangan diartikan lebih :)maaf kuhapus semuanya, karena aku takut akan kesalahpahaman
Terima Kasih telah berbaik hati :)
Aku punya pilihan lain.
Sedikit goresan kecil untuk masa depanku yang besar "Huge"
Selasa, 24 Februari 2015
Remajaku ^_^
Aku pernah bermimpi siluet sosok berdiri tegap dengan kewibawaan yang murni,
oh Tuhan ada anggapan di hatiku ini nyata,
yah, aku adalah sosok gadis yang amat polos tentang cinta,
bukankah tahap yang paling indah itu saat kita mengenali diri kita dan merasakan getaran cantik yang disebut cinta?
saat kita tahu, INI INDAH!!! tapi aku bukanlah pribadi yang beruntung untuk itu, aku terlahir dari keluarga yang amat sederhana, keluarga yang bagiku hanya aku, ibu dan adikku. Jika ditanya "ayahmu?" lebih aku jujur aku dan ayahku ibarat jauh di mata, jauh dihati. Entahlah empedu sebuah kehidupan sudah lama aku telan. Kerapuhan yang mengakar seakan tak mampu untuk dibasmi dalam waktu yang singkat. Ketika Tuhan memelukku serasa akulah satu-satunya hamba yang diperlakukan begitu istimewa, bagaimana tidak! Lama kelamaan aku terbiasa dengan kisah yang begitu muram.
oh Tuhan ada anggapan di hatiku ini nyata,
yah, aku adalah sosok gadis yang amat polos tentang cinta,
bukankah tahap yang paling indah itu saat kita mengenali diri kita dan merasakan getaran cantik yang disebut cinta?
saat kita tahu, INI INDAH!!! tapi aku bukanlah pribadi yang beruntung untuk itu, aku terlahir dari keluarga yang amat sederhana, keluarga yang bagiku hanya aku, ibu dan adikku. Jika ditanya "ayahmu?" lebih aku jujur aku dan ayahku ibarat jauh di mata, jauh dihati. Entahlah empedu sebuah kehidupan sudah lama aku telan. Kerapuhan yang mengakar seakan tak mampu untuk dibasmi dalam waktu yang singkat. Ketika Tuhan memelukku serasa akulah satu-satunya hamba yang diperlakukan begitu istimewa, bagaimana tidak! Lama kelamaan aku terbiasa dengan kisah yang begitu muram.
Rabu, 18 Desember 2013
Aku, duniaku dan kebodohanku
Entah bisikan darimana, seketika tak ada angin yang mau menyapaku
Bukan hanya angin tapi liukan daunpun tak memihakku
Aku, duniaku dan kebodohanku yang pilu
Semenjak bahasa verbal yang bungkam dari segenap tayangan euforia
Semenjak bahasa verbal yang hina nan panas di kubangan gendang
Semenjak itulah kebodohanku makin terlihat
Aku menyesal seharusnya, tapi manusiawi bukan!!!
Aku hanya sebutir kopi yang memang hitam
Aku hanya sebutir kopi yang memang hitam
Aku hanya sebutir pasir yang penuh dengan ombak diseberang lautan
Yah aku adalah aku, aku adalah duniaku, aku penuh dengan kebodohanku
Tuhanku yang mempunyaiku, dan aku merasa aku punya Tuhan dalam setiap langkahku
Dan Tuhankulah yang akan merangkulku, menuntunku dan menunjukkanku inilah kebodohanku :'(
Senin, 16 Desember 2013
Gadis itu!!!
Keterpaksaan membawa jalannya menjadi berbeda, kala itu sosok gadis berkrudung hijau ala persia berdiri mematung menunggu sebuah jawaban. Tanpa disadari seorang berbaju orange ala kantor pos memberikan sepucuk surat. Gadis yang sedari tadi mematung segera menyambar titipan yang harus ia baca, "Tuhan,,, semoga hari ini adalah takdir terindahMU" gumam sang gadis.
Setibanya di kamar ia mulai berpikir entah doanya terjawab oleh sang pemilik 'arsy ataukah masih belum terjawab sepenuhnya, ratapan penuh harap saat amplop itu mulai terbuka. Tangannya bergetar, matanya nanar menatap kosong kearah langit-langit kamarnya. "Tuhan mengapa kau ambil orang tercintaku?" batinnya. Semua terasa hampa. Dia yang dulu berjuang demi seorang yang penuh wibawa, demi seorang yang penuh tangguh mempertahankannya untuk tetap menempuh masa depannya, demi seseorang yang menyemangatinya dengan penuh doa dan harapan. PUPUS adalah kalimat terkhir yang ia rasa. Dia mulai beranggapan untuk apa ia berjuang jika sosok itu telah hilang, untuk apa ia meneruskan asa nya jika tak ada seseorang yang dahulu penuh dukungan untuknya. Bagaimakah nasib sang gadis berkrudung hijau di persimpangan jalan itu!!! Hal apakah yang harus ia lakukan!!! (bersambung)
Setibanya di kamar ia mulai berpikir entah doanya terjawab oleh sang pemilik 'arsy ataukah masih belum terjawab sepenuhnya, ratapan penuh harap saat amplop itu mulai terbuka. Tangannya bergetar, matanya nanar menatap kosong kearah langit-langit kamarnya. "Tuhan mengapa kau ambil orang tercintaku?" batinnya. Semua terasa hampa. Dia yang dulu berjuang demi seorang yang penuh wibawa, demi seorang yang penuh tangguh mempertahankannya untuk tetap menempuh masa depannya, demi seseorang yang menyemangatinya dengan penuh doa dan harapan. PUPUS adalah kalimat terkhir yang ia rasa. Dia mulai beranggapan untuk apa ia berjuang jika sosok itu telah hilang, untuk apa ia meneruskan asa nya jika tak ada seseorang yang dahulu penuh dukungan untuknya. Bagaimakah nasib sang gadis berkrudung hijau di persimpangan jalan itu!!! Hal apakah yang harus ia lakukan!!! (bersambung)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
